
Persema Ingin Buktikan Diri
09-03-2010
Malang - Persema Malang bertekad untuk bisa meraih kemenangan saat menjamu saudara tuanya Arema Indonesia pada laga lanjutan putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/10 di Stadion Gajayana, Malang , Selasa (9/3).
Pelatih Persema Subangkit mengakui laga ini akan sangat berat. Tidak hanya dari faktor teknis, tetapi juga mental. Apalagi selama ini pendukung Arema memang lebih banyak di Malang . “Pemain harus mempersiapkan mentalnya untuk pertandingan ini. Sebab, meski kami jadi tuan rumah, duel ini akan tetap seperti away bagi kami,” kata Subangkit saat dihubungi, Senin, (8/3).
Derby Malang adalah salah satu pertemuan dua tim sekota paling panas di kancah Superliga. Wajar bila suasana di kota Malang sendiri ikut terbawa suasana menjelang pertandingan.
“Butuh mental yang kuat untuk bisa memenangkan pertandingan besok. Namun anak-anak sudah siap untuk membalas kekalahan di putaran pertama. Secara teknis kami sudah siap. Intinya kami harus tampil konsisten untuk bisa meraih hasil maksimal,” tegas Subangkit.
Kendati Arema tidak bisa menurunkan tiga pemain utamanya, Subangkit menilai kekuatan tim asuhan Rene Robert Alberts itu tetap tidak akan berkurang.
Sementara itu, Arema Indonesia memilih realistis melihat peluang mereka pada lada derbi malang melawan Persema di Stadion Gajayana, Selasa (9/3). Kendati demikian, Arema tetap bertekad untuk mempertahankan dominasi mereka atas Persema.
“Bermain di Gajayana ibarat bermain di kandang sendiri. Sebab, kami juga biasa latihan di sana . Pada pertandingan ini, kami juga tetap akan mendapat dukungan penuh dari Aremania,” kata Asisten Pelatih Arema, Liestiadi.
Meski demikian, Liestiadi menilai kerja timnya tetap tidak mudah. Pasalnya, kekuatan Laskar Ken Arok mengalami kemajuan yang cukup drastis pada putaran kedua ini.
“Persema sukses mengalahkan Persebaya (3-1) dan Persik (3-1) pada dua pertandingan terakhirnya. Keduanya adalah klub besar. Itulah yang mendasari kami untuk realistis,” kata mantan pelatih PSMS Medan itu.
Liestiadi menjelaskan, seperti kebiasaan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, pelatih Robert Alberts Renne telah menganalisa permainan Persema. Hasilnya, pelatih asal Belanda menemukan adanya perubahan skema bermain tuan rumah.
“Biasanya mereka bermain dengan 4-4-2, namun belakangan ini mereka menggunakan 3-4-1-2. Dan skema ini terbukti ampuh dengan produktifitas dan kebobolan mereka,” kata Liestiadi.
Menghadapi Persema, Arema tidak akan diperkuat oleh bek tangguh, Pierre Njanka, Zulkifly Sukri, dan Purwaka Yudhi. Njanka dan Zulkifly menerima akumulasi kartu kuning, sedangkan Purwaka masih cedera.
09-03-2010
Malang - Persema Malang bertekad untuk bisa meraih kemenangan saat menjamu saudara tuanya Arema Indonesia pada laga lanjutan putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/10 di Stadion Gajayana, Malang , Selasa (9/3).
Pelatih Persema Subangkit mengakui laga ini akan sangat berat. Tidak hanya dari faktor teknis, tetapi juga mental. Apalagi selama ini pendukung Arema memang lebih banyak di Malang . “Pemain harus mempersiapkan mentalnya untuk pertandingan ini. Sebab, meski kami jadi tuan rumah, duel ini akan tetap seperti away bagi kami,” kata Subangkit saat dihubungi, Senin, (8/3).
Derby Malang adalah salah satu pertemuan dua tim sekota paling panas di kancah Superliga. Wajar bila suasana di kota Malang sendiri ikut terbawa suasana menjelang pertandingan.
“Butuh mental yang kuat untuk bisa memenangkan pertandingan besok. Namun anak-anak sudah siap untuk membalas kekalahan di putaran pertama. Secara teknis kami sudah siap. Intinya kami harus tampil konsisten untuk bisa meraih hasil maksimal,” tegas Subangkit.
Kendati Arema tidak bisa menurunkan tiga pemain utamanya, Subangkit menilai kekuatan tim asuhan Rene Robert Alberts itu tetap tidak akan berkurang.
Sementara itu, Arema Indonesia memilih realistis melihat peluang mereka pada lada derbi malang melawan Persema di Stadion Gajayana, Selasa (9/3). Kendati demikian, Arema tetap bertekad untuk mempertahankan dominasi mereka atas Persema.
“Bermain di Gajayana ibarat bermain di kandang sendiri. Sebab, kami juga biasa latihan di sana . Pada pertandingan ini, kami juga tetap akan mendapat dukungan penuh dari Aremania,” kata Asisten Pelatih Arema, Liestiadi.
Meski demikian, Liestiadi menilai kerja timnya tetap tidak mudah. Pasalnya, kekuatan Laskar Ken Arok mengalami kemajuan yang cukup drastis pada putaran kedua ini.
“Persema sukses mengalahkan Persebaya (3-1) dan Persik (3-1) pada dua pertandingan terakhirnya. Keduanya adalah klub besar. Itulah yang mendasari kami untuk realistis,” kata mantan pelatih PSMS Medan itu.
Liestiadi menjelaskan, seperti kebiasaan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, pelatih Robert Alberts Renne telah menganalisa permainan Persema. Hasilnya, pelatih asal Belanda menemukan adanya perubahan skema bermain tuan rumah.
“Biasanya mereka bermain dengan 4-4-2, namun belakangan ini mereka menggunakan 3-4-1-2. Dan skema ini terbukti ampuh dengan produktifitas dan kebobolan mereka,” kata Liestiadi.
Menghadapi Persema, Arema tidak akan diperkuat oleh bek tangguh, Pierre Njanka, Zulkifly Sukri, dan Purwaka Yudhi. Njanka dan Zulkifly menerima akumulasi kartu kuning, sedangkan Purwaka masih cedera.
