
Liestiadi: Kemenangan Arema Berkat Aremania
10-03-2010
Malang - Asisten Pelatih Arema Indonesia Liestiadi menilai, sukses timnya memenangi laga derby 3-1 atas Persema Malang pada lanjutan Superliga 2009/10 di Stadion Gajayana, Malang, Selasa (9/3), berkat dukungan penuh Aremania. Menurutnya, faktor Aremania inilah yang mampu mengangkat motivasi para pemain Arema saat ketinggalan lebih dulu.
“Sekali lagi ini berkat faktor Aremania. Dukungan mereka yang luar biasa sepanjang pertandingan mampu menghadirkan ekstra energi yang membuat pemain tampil sangat luar biasa. Dukungan itulah yang membuat kami mampu bangkit dan meraih kemenangan,” ujar Liestiadi saat dihubungi usai pertandingan.
Menurut mantan pelatih PSMS Medan ini, pada 15-20 menit babak pertama, timnya tampil belum maksimal karena para pemainnya masih dalam proses adaptasi. Itu karena di lini belakang, pelatih Robert Rene Alberts dipaksa membuat spekulasi akibat absennya beberapa pemain inti seperti Pierre Njanka, Hermawan, Purwaka Yudhi, dan Zulkifly Syukur.
“Kami menurunkan para pemain pelapis, yang posisinya sebenarnya bukan posisi ideal mereka. Seperti Esteban Guillen, kami tugaskan menggantikan peran Njanka. Begitu juga dengan dua pemain muda Irfan Raditya dan Juan Revi, yang kami taruh di lini belakang. Padahal biasanya bermain di gelandang,” jelasnya.
Kondisi itulah, lanjut Liestiadi, yang menjadi faktor lahirnya gol Persema yang dibuat Siswanto. Baru setelah Arema mampu membuat gol balasan melalui tendangan bebas Esteban Guillen, permainan timnya langsung bergairah.
“Di babak kedua para pemain tampil luar biasa dengan permainan satu dua sentuhan sehingga kami mampu mencetak dua gol lagi,” tandas Liestiadi.
10-03-2010
Malang - Asisten Pelatih Arema Indonesia Liestiadi menilai, sukses timnya memenangi laga derby 3-1 atas Persema Malang pada lanjutan Superliga 2009/10 di Stadion Gajayana, Malang, Selasa (9/3), berkat dukungan penuh Aremania. Menurutnya, faktor Aremania inilah yang mampu mengangkat motivasi para pemain Arema saat ketinggalan lebih dulu.
“Sekali lagi ini berkat faktor Aremania. Dukungan mereka yang luar biasa sepanjang pertandingan mampu menghadirkan ekstra energi yang membuat pemain tampil sangat luar biasa. Dukungan itulah yang membuat kami mampu bangkit dan meraih kemenangan,” ujar Liestiadi saat dihubungi usai pertandingan.
Menurut mantan pelatih PSMS Medan ini, pada 15-20 menit babak pertama, timnya tampil belum maksimal karena para pemainnya masih dalam proses adaptasi. Itu karena di lini belakang, pelatih Robert Rene Alberts dipaksa membuat spekulasi akibat absennya beberapa pemain inti seperti Pierre Njanka, Hermawan, Purwaka Yudhi, dan Zulkifly Syukur.
“Kami menurunkan para pemain pelapis, yang posisinya sebenarnya bukan posisi ideal mereka. Seperti Esteban Guillen, kami tugaskan menggantikan peran Njanka. Begitu juga dengan dua pemain muda Irfan Raditya dan Juan Revi, yang kami taruh di lini belakang. Padahal biasanya bermain di gelandang,” jelasnya.
Kondisi itulah, lanjut Liestiadi, yang menjadi faktor lahirnya gol Persema yang dibuat Siswanto. Baru setelah Arema mampu membuat gol balasan melalui tendangan bebas Esteban Guillen, permainan timnya langsung bergairah.
“Di babak kedua para pemain tampil luar biasa dengan permainan satu dua sentuhan sehingga kami mampu mencetak dua gol lagi,” tandas Liestiadi.
